Assalamualaikum.....Salam Sejahtera........Salam 1 Malaysia..............Selamat berpuasa di Bulan Ramadhan al-Mubarak semoga Allah memberkati segala apa yang kita lakukan untuk kebaikan di dunia dan di akhirat ......amin ..ya..rabulalamin...

Thursday, 24 February 2011

Capan Tahun 1


Mata Pelajaran                                  :Pendidikan Seni Visual
Tahun                                                 :2 Biru
Umur                                                  :8 Tahun
Bilangan Murid                                 :28 Orang ( Lelaki = 18 orang, Perempuan = 10 orang)
Tarikh                                                :21 Mei 2008
Hari                                                    :Selasa
Masa                                                   :9.45 – 10.45 pagi
Bidang                                                :Membuat Rekaan dan Corak
Teknik                                                :Capan

Tajuk Pembelajaran                             : Membuat rekaan dan corak
                                                             - murid mempelajari tentang teknik capan untuk menghasilkan corak

Hasil Pembelajaran                              :Di akhir proses P&P murid akan dapat:
- menghasilkan satu corak dengan menggunakan teknik capan ubi kentang
                                                           
Kemahiran Berfikir                             :     -     Mengenalpasti                                     - Menyusun atur
-          Membuat pilihan                                 - Menjana idea kreatif
-          Menghubungkait                                 - Mengingati semula
-          Mencirikan                                          - Pengolahan
-          Keseragaman

Penerapan Nilai Murni                        :     -     Berdisiplin                                           - Menghargai pendapat kawan sekelas
-          Keyakinan diri                                                - Menjaga kebersihan
-          Berani menjawab                                - Berhati-hati






Alat Bantu Mengajar (ABM)              :Komputer riba (Persembahan Elektronik)

v  Ubi kentang
v  Contoh ukiran pada ubi kentang
v  Teknik capan


Bahan
Langkah
Ubi kentang
Set induksi
Contoh ukiran pada ubi kentang
Langkah kerja
Teknik capan
Langkah kerja
 - ubi kentang
 - warna air
 - Pisau NT
 - Berus lukisan
 - Bekas pembancuh warna
 - Kertas lukisan


Langkah kerja


Pengetahuan Sedia Ada :
v  Murid sendiri telah biasa melihat ubi kentang di rumah dan kedai
v  Murid pernah membuat ukiran pada ubi kentang
v  Murid pernah melihat ukiran pada ubi kentang






LANGKAH / MASA
ISI KANDUNGAN
AKTIVITI PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN
CATATAN

SET INDUKSI
09:45 – 09:52 pagi
(5 minit)

Guru menunjukkan ubi kentang kepada murid-murid

Rujuk Lampiran

Guru kemudiannya menyoal murid- murid secara rawak:

a)      Apakah ini?

b)      Adakah murid pernah melihat ubi kentang?

c)      Apakah fungsinya dalam aktiviti hari ini?


1)      Guru menunjukkan ubi kentang sebagai langkah pengenalan kepada tajuk mata pelajaran untuk hari itu.

2)      Guru memperincikan perkaitan ubi kentang dan corak dengan mata pelajaran untuk hari itu.

ABM:
Persembahan elektronik
- ubi kentang

KB:
- Mengenalpasti
- Menghubungkait

Nilai Murni:
- Berani menjawab
- Berdisiplin


LANGKAH 1
09:52 – 10:00 pagi
(10 minit)

Guru menerangkan teknik capan sambil menyoal

a)  Apakah tujuan menggunakan
     ubi kentang?

b)  Mengapa memilih ubi kentang?

c)  Bagaimana menggunakan 
     menggunakan ubi kentang untuk
     membuat teknik capan?
Guru juga turut memberi pengetahuan tentang teknik capan
Kelas dibahagikan kepada 4  kumpulan.
(Setiap kumpulan 7 orang ahli)

1.      Guru mengarahkan murid mengeluarkan alatan dan bahan yang dibawa

2.      Guru memperincikkan teknik capan kepada murid melalui teori.

3.      Guru mempamerkan contoh kerja yang ingin dihasilkan.


4.      Guru memberikan penerangan tentang langkah keselamatan yang perlu dipatuhi oleh setiap murid.

5.      Guru mengatur kedudukan setiap kumpulan yang telah dibentuk.

6.      Murid akan membuat bersama guru mengikut peringkat


ABM:
- Ubi kentang
- Warna air
- Pisau NT
- Berus lukisan
- Bekas pembancuh
   warna
- Kertas lukisan
- Persembahan
  elektronik

 KB:
- Mengingati semula
- Mencirikan

Nilai Murni:
- Keyakinan diri
- Berdisiplin
- Berhati-hati
a.        

LANGKAH 2
10:00 – 10:15 pagi
(15 minit)

- Proses capan

a) Guru mengukir beberapa
    corak pada permukaan ubi kentang 
    yang ingin digunakan.

b) Guru mengajar teknik yang  
    betul bagaimana capan dilakukan

c) Guru memperincikan teknik
    capan.

Guru memperincikan gerak kerja yang ingin dilakukan. Murid memerhatikan gerak kerja

a)      guru membuat ukiran pada permukaan ubi kentang

b)      guru menyapukan warna pada ukiran di permukaan ubi kentang

c)      guru mengecop ukiran di atas kertas lukisan

d)     guru mengulangi proses capan dengan corak-corak yang lain menggunakan warna yang berbeza-beza

e)      guru menunjukkan hasil kerja

ABM:
- Ubi kentang
- Warna air
- Pisau NT
- Berus lukisan
- Bekas pembancuh
   warna
- Kertas lukisan
- Persembahan
  elektronik

 KB:
- Mengingati semula
- Menghubung kait

Nilai Murni:
- Keyakinan diri
- Berdisiplin
- Bekerjasama
- Berhati-hati 

LANGKAH 3
10:15 – 10.35 pagi
(20 minit)

- Proses penghasilan kerja oleh
  murid

a) Murid  membuat ukiran pada  
    permukaan ubi kentang

b) Murid  menyapukan warna pada
    ukiran di permukaan ubi kentang

c) Murid mengecop ukiran di atas
    kertas lukisan

d) Murid mengulangi proses capan
    dengan corak-corak yang lain
    menggunakan warna yang   
    berbeza-beza

d)     Murid menyedari barang-barang di sekeliling atau barng-barang terpakai boleh digunakan untuk melakukan teknik capan

e)      Murid mengetahui gabungan beberapa corak akan menghasilkan satu corak yang pelbagai




a) Guru turut memantau kerja murid
    mengikut kumpulan

b) Guru menekankan tentang aspek  
    keselamatan dari segi penggunaan
    pisau NT

c) Guru menekankan tentang aspek
    menjaga kebersihan

d) Guru menekankan tentang aspek
    kerjasama dan saling tolong menolong
    sesama ahli kumpulan

ABM:
- Ubi kentang
- Warna air
- Pisau NT
- Berus lukisan
- Bekas pembancuh
   warna
- Kertas lukisan
- Persembahan
  elektronik

 KB:
- Ketepatan penyusunan
- Pengolahan
- Keseragaman

Nilai Murni:
- Kesabaran
- Berdisiplin
- Bekerjasama
- Keyakinan diri
- Menjaga kebersihan
- Berhati-hati 
b.       

PENUTUP
10:35– 10:45 pagi
(10 minit)

Merujuk kepada hasil pembelajaran:-

- menghasilkan satu corak dengan
  menggunakan teknik capan ubi
  kentang

Soalan:

- Apakah pengetahuan yang kamu
  perolehi berdasarkan aktiviti yang
  dilakukan sebentar tadi?
- Selain ubi kentang, apakah bahan
  lain yang sesuai dijadikan medium
  capan?

Murid masih dalam kumpulan masing- masing.

a)      Guru dan murid membuat rumusan tentang pelajaran untuk hari itu di samping aktiviti soal jawab dan penerangan yang di sampaikan oleh guru kepada murid.

b)      Murid diberi peluang untuk menjawab secara lisan

c)      Guru membuat penilaian dan komen terhadap hasil kerja murid-murid

d)     Corak yang menarik akan dipamekan di sudut seni kelas


ABM:
- Persembahan
  elektronik

 KB:
- Mengingati semula
- Menilai
- Membuat keputusan

Nilai Murni:
- Keyakinan diri
- Berdisiplin
- Menghargai pandapat
  kawan.    
a.        

Sunday, 2 January 2011

ASAS SENI REKA

There are 22 (or 24) basic elements of art: those things which enhance or add to a drawing or 3 dimensional form. They are
1. S Curve flowing lines add style to your picture and are pleasing to the eye.
Refer back to the unit on line - feminine lines.

2. Skewed Curve lines curved more at one end than the other.

3. Spiral found in nature (shells) create rhythm in the picture.

4. Splash found in plants, leaves, etc. Adds action and movement.

5. Sun Burst found in flowers -- lines radiating from a central point.

See line unit "energy".
6. Stripe vertical, horizontal or diagonal lines repeating a pattern.

Found in zebras or the sides of houses.
7. Spots surface patterns identify objects and add character.

Found naturally in plants and animals.
8. Repetition repeating patterns creates interest and is pleasing to the eye.

9. Tapering wide at one end, narrow at the other. Found in nature (arms, tree limbs, etc.)

10. Tilt creates action or motion.

See "line" diagonal lines
11. Texture (see the unit on line and texture) creates a visual feeling for the surface of an object.

12. Twist found in vines and ropes, etc. (note S curve) adds interest.

13. Color (color theory will be dealt with later. Black and white is the scope of this course.)
14. Contrast combination of straight and curved lines or dark and light -- see value scale.

15. Values dark, light and mid tones found in shading for contrast and 3D effect -- see value scale.

16. Variety changes in repeated objects or patterns of interest.

17. Symmetry objects that complete the shape or are whole; symmetrical letters: A, B, D, E, H, I, K, M, O, T, U, V, W, X, Y.

18. Proportion size of objects in relation to each other (see size in creating 3D illusions). See 3D illusions "placement" and "size."

(How do we know the rock is smaller than the mountains?)
19, Grouping family or objects -- things occur in groups.

20. Balance dominant parts are balanced.

21. Natural Patterns patterns found in nature such as marble or wood grain.

22. Plaids or Checks used in creating values, or textures for interest.

23. Geometrical Forms see basic shapes

24. By Products man mad objects such as bricks used as texture.


Non objective drawing using a pen and the elements of art (below).

Tuesday, 5 October 2010

Tenunan

KAJIAN LITERATUR
Sejarah Tenunan
Tenunan adalah suatu proses hasil jalinan atau sulaman benang-benang secara selang-seli antara benang loseng ( yang menunggu ) dengan benang pakan ( yang mendatang ) untuk dijadikan sehelai kain. Seni tenunan adalah suatu warisan yang terus mendapat tempat istimewa dalam kebudayaan Nusantara. Faktor yang mendorong perkembangan seni tenunan ini dapat disorot pada kepentingan kedudukan rantau ini dari segi geografi. Sebagai tempat persinggahan kapal yang strategik, Nusantara menjadi tumpuan utama pedagang dari Tanah Arab, India dan China. Antara barangan yang didagang ketika itu ialah kain termasuk kain tenun. Oleh sebab itu, seni tenunan di Nusantara banyak dipengaruhi dari negara-negara tersebut. Di antara tenunan yang paling terkenal ialah Songket Melayu dan Tenunan Pua peribumi Borneo. Perusahaan tenunan ini banyak dilakukan di negeri Pantai Timur khususnya di negeri Kelantan, Terengganu dan Pahang. Teknik hasil kraftangan tenunan utama yang menampakkan keseragaman tekstil Melayu. Kain tenunan beerti kain atau tekstil yang dihasilkan dengan teknik tenunan yang dibuat daripada benang. Tenunan awal yang dihasilkan dengan menggunakan alat tenun duduk, yang masih kekal dalam budaya masayarakat Iban. Masyarakat Bajau Darat atau Iranun juga mewarisi alat tenunan duduk, tetapi berkembang kemudiannya dengan alat tenun berkaki seperti alat tenunan di wilayah budaya tekstil Meayu pesisir yang lain. A.J Hill ( 1949 ) beranggapan bahawa menenun adalah perusahaan yang tertua yang telah dihasilkan di Terengganu dan Kelantan dengan menggunakan ‘kei berkaki’. Peralatan yang lebih maju berbeza dengan alatan duduk suku Iban, Iranun, Bajau, Batak ( ikat Pakan ).
Jenis-jenis Kain Tenunan
Kain Cindai
Catatan sejarah membayangkan bahawa kain cindai dibawa masuk ke Tanah Melayu pada abad ke-12 atau ke-13 Masihi. Kain ini berasal dari Hadrami di wilayah Gujerat, India dan dibawa ke negara ini oleh pedagang Islam melalui pelabuhan Terengganu. Kain cindai ialah sejenis kain nipis dan ringan yang ditenun daripada benang sutera yang sederhana kasar. Coraknya dihasilkan dengan teknik ikat dan celup. Kain cindai dibahagikan kepada dua jenis iaitu cindai jantan dan cindai betina. Perbezaannya dikenali pada corak atau bunga dan pada warna latar atau tanahnya. Cindai jantan mempunyai bunga yang kasar dan garang, manakala cindai betina menampilkan bunga yang halus dan lembut. Bunga kain cindai diberi nama yang unik seperti giling kacang, hujan lebat, sekawan merpati dan tikar ru.

Kain Limar
Pada tahun 1773 pemerintah Melaka, Sultan Mansur Syah I telah meminta para penenun istana mencipta sejenis kain yang menyerupai kain cindai dan kain songket. Daripada pemerintahan diRaja itu, lahirlah kain limar. Ketika kain limar mula-mula dihasilkan dahulu, kombinasi warna-warna buah limau iaitu rentetan warna dari hijau kuning ke merah tua digunakan. Kain limar ditenun daripada benang sutera dan bersulam benang emas. Kedua-dua cara digunakan untuk membuat kain cindai dan kain songket. Teknik buatan kain limar sama dengan kain cindai cuma perbezaannya sebelum ditenun, coraknya ditentukan dengan cara mengikat benang-benang itu berkelompok pada alat aning. Kain limar merupakan pakaian wanita istana pada zaman dahulu.
Tenunan Pahang
Kain tenunan Pahang dipercayai berasal daripada Sulawesi dan dibawa ke Pahang pada abad ke-16. Tokoh yang bertanggungjawab ialah Tuk Tuan atau Keraing Aji yang berketurunan Bugis dan bermastautin di Kampung Mengkasar, Pekan, Pahang. Dari Pahang, corak ini berkembang ke Kelantan dan Terengganu. Tenunan Pahang menggunakan alat yang dikenali sebagai kei siam. Kedua-dua benang sutera dan benang kapas boleh digunakan. Motif utama ialah petak-petak dan jalur tegak atau melintang.

Tenunan Rungus
Kain yang ditenun secara tradisional ini diusahakan oleh kaum Rungus yang mendiami daerah Kudat, Sabah. Tenunan Rungus menggunakan benang kapas. Proses menenun kain Rungus ini serupa dengan proses menenun kain dastar dan kain pua. Alat tenunan dipanggil kek sandang belakang untuk menenun dastar dan disebut ‘babaal’ dalam bahasa Rungus. Warna tradisi kain Rungus ialah hitam, merah, kuning dan putih. Warna kuning dan putih digunakan sebagai warna rekacorak dan jalur. Corak kain ini direka supaya jalur-jalur tersusun mengikut motif yang berlainan. Motif tenunan Rungus berunsurkan bentuk binatang, manusia, senjata dan tumbuh-tumbuhan.

Tenunan benang kapas
Tenunan ini adalah tenunan biasa termasuk dalam kelompok tekstil sederhana iaitu jenis awal yang ditemui di wilayah budaya tekstil Melayu pesisir. Tekstil ini khususnya yang diperbuat daripada kapas dipakai oleh kalangan rakyat biasa. Tenunan biasa berhias corak hasil jalinan tenun benang pakan dan loseng berwarna. Pada peringkat ini, tenunan biasa masih di peringkat sederhana iaitu belum lagi diberi motif hiasan. Tenunan bercorak mula memperlihatkan keindahan khususnya apabila benang sutera atau benang emas diselit untuk mengimbangi motif jalur atau garis kecil seperti pada kain hujan emas. Hampir seluruh wilayah budaya tekstil melayu seperti Kelantan, Terengganu, Pahang, Riau-Siak, Sulawesi, Minangkabau, Palembang menghasilkan tenunan biasa atau tenunan becorak yang seperti ini.

Tenunan Pua
Tenunan Pua diusahakan oleh kaum Iban di Sarawak. Alat tenunan tradisional ini dinamakan kei tumpah. Alat ini biasanya tersimpan di beranda rumah panjang. Semasa menenun, alat ini diikatkan pada tiang rumah dan tenunan diregangkan dengan menyandangkan pada penenun. Tenunan pua dikaitkan dengan cara hidup masyarakat Iban. Kerja menenun itu dilakukan sendiri mengikut adat, penenun mesti akur pada petua dan pantang larang. Misalnya, rekacorak hantu atau roh yang dikenali sebagai ‘engkeramba’ tidak boleh ditenun di pinggir pua. Rekacorak itu mesti ditenun di tengah-tengah pua dan dipagari oleh rekacorak ‘kemerbai’. Jika tidak dilakukan sebegitu, hantu atau roh itu akan terlepas dan mengacau penghuni rumah panjang atau mungkin membawa malapetaka ke atas mereka. Tenunan pua ada pelbagai jenis. Di antaranya ialah pua mata, pua rara dan pua kumbu. Pua kumbu adalah pua yang paling rumit. Cuma penenun yang mahir dan cekap sahaja sanggup untuk menghasilkannya. Manakala, pua mata dan pua rara biasanya ditenun oleh penenun yang kurang mahir atau baru belajar. Kebanyakan corak yang digunakan adalah berunsurkan tumbuh-tumbuhan dan binatang. Motif tenunan dihasilkan daripada teknik ikatan iaitu ikat dan celup. Pewarnan tenunan pua diperolehi daripada tumbuh-tumbuhan seperti kunyit, pinang dan kulit kayu baku. Warna utama yang digemari adalah merah tua, coklat, kuning dan hitam. Biasanya kain pua yang kasar dijadikan selimut manakala kain pua yang halus dijadikan kain sarung dan jaket untuk dipakai pada majlis-majlis tertentu. Kini, kegunaan kain pua dipelbagaikan seperti hiasan dinding, beg tangan, kulit fail, alas meja dan sebagainya.

Tuesday, 10 August 2010

Corak Terancang


Mata Pelajaran           :       PendidIkan Seni Visual
Kelas                          :       4 KEMBOJA
Bil Murid                   :       35 orang
Tarikh                        :       10.08-2010 (Selasa)
Masa                          :       10.30 am – 11.30 am
Bidang                       :       (B) membuat corak dan rekaan
Jenis                           :       Terancang
Alat                            :       Gunting
Bahan                        :       Kertas lukisan
Hasil pembelajaran    :       Pada akhir pembelajaran ini, murid dapat :-
i)              Menghasilkan sekeping kertas corak
ii)            Memahami teknik lipatan dan guntingan
Kemahiran                 :       Menghubung kait
Penerapan nilai          :       Bersabar
Tajuk                          :       Rekaan corak alas meja                                                                                                             












Langkah-langkah

Isi pelajaran
Aktiviti dan pengajaran pembelajaran
Catatan

Set Induksi
(3 minit)

pic1.jpg


Soalan :
i)     Apakah yang kamu nampak menerusi gambar ini ?

Lipatan dan guntingan gambar lembu


1.      Guru menunjukkan gambar-gambar lipatan dan guntingan melalui komputer untuk menarik perhatian murid tentang tajuk yang akan diajar.
2.      Guru bertanya kepada murid tentang soalan.

Alatan :
Komputer

Strategi :
Kemahiran berfikir secara kritis dan kreatif

Penyampaian
(10 minit)

pic2.jpg

pic3.jpg

pic4.jpg
Contoh-contoh lipatan dan guntingan
1.      Guru memperkenalkan tajuk yang akan diajar.
2.      Guru mengajarkan tentang teknik lipatan dan guntingan.
3.      Guru mempamerkan contoh-contoh lipatan dan guntingan.
4.      Guru memberikan penerangan tentang teknik dan proses lipatan dan guntingan.
5.      Guru menunjukkan cara lipat dan cara guntingan.


Alatan :
Komputer

Penerokaan
(8 minit)

pic5.jpg
Lukisan corak seni

1.      Guru menyuruh murid lukiskan corak seni tekat.
2.      Guru menyuruh murid ambil perhatian :
3.      Semasa melukis corak seni mestilah secara besar kerana lebih mudah menguntingkan kertas warna.
4.      Guru meronda seluruh kelas untuk mengetahui murid dapat memahami bentuk corak seni tekat.

Alatan :
Kertas warna

Strategi :
Kemahiran berfikir secara kritis dan kreatif

Penghasilan
(25 minit)

pic10.jpg





1.      Guru membahagikan murid kepada 5 kumpulan.
2.      Guru membahagikan bahan-bahan seperti kertas lukisan, kertas warna dan gunting kepada setiap kumpulan.
3.      Murid memulakan aktiviti dengan bimbingan guru mengikut teknik yang diajar.
4.      Guru menerapkan nilai murni :-
5.      Semasa menjalankan aktiviti murid mestilah berhati-hati menggunakan gunting.
6.      Guru meronda seluruh kelas dan member bantuan kepada murid.


Alatan :
Kertas lukisan, kertas warna dan gunting

Penerapan nilai :
Berhati-hati

Penilaian
(7 minit)

pic8.jpg
Hasil guntingan

1.      Guru membuat penilaian hasil kerja murid.
2.      Guru mempamerkan hasil kerja murid di hadapan kelas.
3.      Guru memberikan komen bersama-sama dengan murid tentang hasil kerja mereka.
4.      Guru memperbaiki atau memuji hasil kerja murid.
5.      Hasilan yang menarik dipamerkan disudut seni.
6.      Guru juga member dorongan dan galakkan kepada murid.
7.      Murid merasa bangga dengan hasil kerja yang telah dibuat.



Penutup
(4 minit)


1.      Hasilan yang menarik ditunjukkan kepada rakan untuk mendapatkan pandangan.
2.      Guru memberikan komen bersama-sama dengan murid tentang hasil kerja mereka.
3.      Murid disuruh mengemas dan membersihkan kawasan masing-masing.
4.      Guru menerapkan nilai murni.


Penerapan nilai :
Kebersihan persekitaran